PATRIOTPENCERAH.ID- Dalam sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia, bendera Merah Putih bukan sekadar kain merah dan putih yang berkibar di tiang, melainkan lambang sakral perjuangan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pahlawan bangsa. Bendera ini adalah pusaka simbol kedaulatan negeri, sebuah filosofi yang menyatu dalam jiwa rakyat Indonesia. Oleh karena itu, bendera ini tidak bisa disandingkan dengan bendera apapun dalam satu tiang, karena maknanya jauh melampaui keindahan visual, melambangkan persatuan dan perjuangan yang sudah diikat secara konstitusional dan moral dalam bingkai negara.
Menariknya, filosofi di balik bendera Merah Putih ini punya keselarasan unik dengan bendera dari dunia imajinasi, seperti dalam anime One Piece, yang juga mengusung tema perjuangan: perlawanan atas penindasan dan pencarian kemerdekaan. Bendera bajak laut Topi Jerami, misalnya, bukan hanya simbol petualangan tapi juga kebebasan sejati, melawan tirani dan ketidakadilan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Monkey D. Luffy, sang kapten, “Aku akan selalu melambungkan bendera itu sebagai tanda kebebasan sejati, tanpa terikat oleh aturan yang mengekang.” Bedanya jelas, bendera One Piece yang diciptakan Nakama adalah simbol lambang imajiner kebebasan, sedangkan Merah Putih adalah simbol nyata,diperjuangkan berdarah-darah, dan dihormati oleh kita sebagai sebuah bangsa.
Menurut perundang-undangan Indonesia, keberadaan dan penggunaan bendera Merah Putih diatur dengan tegas agar kehormatannya tetap terjaga. Dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, disebutkan bahwa bendera Merah Putih adalah lambang negara yang harus diperlakukan dengan penghormatan tertinggi. Pelanggaran terhadap aturan penggunaan bendera nasional dapat dikenai sanksi pidana dan denda sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Bukan kali ini saja pemberitaan soal bendera lain yang pernah ‘dipasang berdampingan’ dengan Merah Putih memicu kontroversi dan kecaman, menegaskan betapa pentingnya penghormatan terhadap Lambang Negara dan aturan yang ada untuk menjaga harga diri bangsa.
Meski generasi muda dituntut untuk terus berkreasi dan berimajinasi dalam berbagai bentuk ekspresi budaya maupun seni, hal itu tidak boleh melenceng dari identitas bangsa dan aturan konstitusi yang melindungi simbol suci negara. Seperti yang pernah dikatakan oleh Ir. Soekarno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati simbol-simbolnya sekaligus berani berkarya dan berinovasi.” Bendera Merah Putih harus tetap di hati dan dijaga kesuciannya, sementara dunia imajinasi seperti Bendera Nakama One Piece bisa menjadi inspirasi kebebasan yang kreatif tanpa melanggar jatidiri bangsa.
Menghormati bendera Merah Putih adalah bagian sakralitas perjuangan bangsa, meski kita membiarkan bendera One Piece berkibar dalam dunia imajinasi tanpa menyamakan atau menyandingkannya secara fisik, karena keduanya punya tempat dan makna yang sangat berbeda namun saling menginspirasi.
Achmad Puariesthaufani N
Wapimred Patriotpencerah.id


