Dalam kajiannya yang bertajuk “Perjalanan Seorang Anak Panti” di Islamic Center Gontor Nganjuk, Ahad (21/06/2024), Ustadz Gandung Fajar Panjalu banyak membagikan kiat-kiat raih sukses dalam hidup.
Alumni SMA Muhammadiyah 2 Kertosono ini merasa berhutang besar pada Kabupaten Nganjuk, khususnya PDM Nganjuk. Karena di Bumi Kemenangan dan PDM Nganjuk yang telah memberi ruang hidup dan belajar hingga Ustadz Gandung jadi staf Pengajar di Program Pendidikan Agama Islam UM Surabaya, Ustadz Gandung tidak pernah ber- KTP Nganjuk.
Penghuni pertama Panti Asuhan Pandantoyo, Patianrowo, letaknya bersebelahan dengan rumah Almarhum Bpk. Sumiyanto ini mengatakan bahwa hari Ahad saatnya “family time“, aktivitas terbaik adalah ngaji bareng, bukan jalan-jalan atau masak-masak. Karena dengan ngaji bareng berarti menyinkronkan irama hingga dapat membentuk keluarga bahagia.
Sebelum masuk pada materi utama Ustadz Gandung sedikit mengulas Bulan Muharam. Bulan Muharam seperti kita ketahui dimulainya tahun Hijriah. Maka, dalam bulan Muharram (bulan pertama dalam kalender Hijriah kita harus menghijrahkan diri yang dengan penuh “tantangan” ini.
Apa yang sebaiknya kita lakukan di bulan Muharram dalam menghadapi semua tantangan dan ujian? Pertama, mengadakan resolusi awal tahun setelah evaluasi diri. Kedua, lakukan proses noto awak (menata diri). Yang kedua, tingkatkan potensi diri dengan melakukan banyak puasa, meningkatkan semangat al-Maun atau semangat berbagi.
Berpasangan dengan wanita yang juga alumni sebuah panti, kini berprofesi guru bernama Syiam dan dikaruniai 2 anak ini punya jurus untuk meraih sukses. Yang pertama tingkatkan ketakwaan. Yang kedua, dalam mencapai tujuan niatkan ikhlas karena Allah. Yang ketiga mempunyai semangat bermusabakoh atau berlomba. Semangat berlomba ini termasuk lomba dengan diri sendiri. Yang keempat buat daftar apa yang harus dicapai tahun ini, dan yang kelima bermuhasabah atau mengadakan evaluasi diri.
Terkait nama istrinya Shiyam, dia punya guyunan begini, “Hatiku tidak bisa berpaling pada Fitri. Bagaimana mau nglirik Fitri wong istrinya Shiyam terus. Ustadz Gandung yang terlihat masih sangat muda ini meneruskan guyunannya begini, “Maka sang istri yang bernama Shiyam mengatakan, kalau Ustadz ngaji yang dilirik paling embok-embok, bukan embak-embak, karena beliau sering berikan kajian pada Ibu-ibu A’isyiyah.
Khusus untuk anak panti ada beberapa kiat harus lebih sungguh-sungguh untuk dilakukan yaitu: 1) banyak silaturahim, 2) banyak komunikasi; 3) bersikap ramah; 4) suka berbagi (Jawa weweh); 5) berfastabiqul khoirotdan, dan 6) “ngglibet”, tahan malu, tahan banting untuk mencapai tujuan. Ibarat pemuda mau menyunting gadis harus berani ngglibet. Sang gadis akhirnya bisa luluh hatinya.
Penulis: Panggih Riyadi (Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk)


