BeritaNasionalPolitik

Tokoh Pemuda Jaksel Dorong Penegakan Hukum Adil Berbasis Kompetensi dalam Kasus Tata Kelola Minyak Mentah

1 Mins read

PATRIOTPENCERAH.ID- Proses persidangan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina yang menyeret nama pengusaha muda Muhammad Kerry Adrianto Riza terus menyita perhatian publik. Menanggapi dinamika hukum tersebut, tokoh pemuda Jakarta Selatan yang juga Mantan Direktur Bakornas LTMI PB HMI, Ir. Rachmat P. Hadi Wibowo, mendesak agar proses hukum tetap berjalan di koridor keadilan tanpa terdistorsi oleh opini yang menyesatkan seperti yang dikutip PATRIOTPENCERAH.ID pada Selasa (03/02) di Jakarta.

Rachmat mencermati adanya pergeseran fokus dakwaan, dari persoalan blending minyak mentah menjadi isu kontrak antara OTM dan Pertamina. Menurutnya, fakta-fakta persidangan terbaru memberikan indikasi kuat bahwa dakwaan terhadap Kerry Riza perlu dikaji ulang secara objektif. Merujuk laporan berbagai media di Indonesia, sejumlah kesaksian menunjukkan bahwa aktivitas bisnis tersebut merupakan kontrak nyata yang memberikan manfaat konkret bagi negara.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun , nilai kontrak penyewaan Terminal BBM (TBBM) sebesar Rp2,9 triliun bukanlah kerugian fiktif, melainkan nilai jasa nyata yang manfaatnya masih dirasakan Pertamina hingga saat ini,” papar Rachmat. Ia juga menyoroti pernyataan kuasa hukum Kerry, Hamdan Zoelva, di berbagai media yang menegaskan ketiadaan bukti kuat dari jaksa mengenai perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.

Sebagai seorang Insinyur Muda, Rachmat juga menekankan bahwa perlu transformasi dalam penindakan kasus korupsi di era modern, dimana membutuhkan aparat hukum yang memiliki kompetensi teknis untuk menyeimbangkan pesatnya kemajuan teknologi. Ia menilai Kejaksaan tidak cukup hanya mengandalkan ahli hukum, tetapi harus diperkuat oleh tenaga ahli yang menguasai tiga pilar teknis: komputer forensik, akuntansi forensik dan Intercept Communication.

“Indonesia masih tertinggal jauh dari sisi teknologi. Kita butuh insinyur-insinyur di bidang tersebut untuk memastikan penegakan hukum bersifat evidence-based, bukan sekadar asumsi atau desakan publik,” tegasnya.

Ia berharap pengadilan bertindak sebagai benteng terakhir keadilan dengan menjunjung tinggi prinsip presumption of innocence. “Jika fakta menunjukkan kontrak berjalan sesuai prosedur dan tidak ada kerugian negara, maka keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya bagi Muhammad Kerry Riza. Penegakan hukum yang berimbang adalah kunci kepercayaan publik terhadap institusi peradilan kita,” pungkas Rachmat.

Related posts
Berita

Mengusung Semangat Progresif, PC IMM Bekasi Raya Periode 2026/2027 Resmi Dilantik

1 Mins read
PATRIOTPENCERAH, BEKASI — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bekasi Raya periode 2026/2027 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar…
Berita

DMI Kabupaten Bekasi Perkuat Organisasi dan Ekonomi Umat, Siapkan Pembentukan Pengurus Cabang di 23 Kecamatan

2 Mins read
PATRIOTPENCERAH, CIKARANG BARAT — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bekasi terus memperkuat langkah organisasi dan memperluas program pemberdayaan umat. Melalui rapat koordinasi…
Politik

Menyingkap Perbedaan Desa dan Kelurahan: Antara Otonomi Rakyat dan Birokrasi Negara

2 Mins read
PATRIOTPENCERAH – Bagi sebagian besar masyarakat, istilah Desa dan Kelurahan sering kali dianggap sama—hanya sebutan untuk wilayah tingkatan paling bawah di bawah…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *