PATRIOTPENCERAH, Bekasi — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) KH Ahmad Badawi Cabang Bekasi Raya menggelar kegiatan Bedah Buku “Kelahiran yang Dipersoalkan” karya Farid Fathoni A.F. sebagai ikhtiar intelektual untuk membaca ulang akar sejarah, konflik, dan dialektika lahirnya IMM.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi ideologis bagi kader untuk tidak sekadar mengenal IMM sebagai organisasi, tetapi memahami proses kelahirannya yang penuh perdebatan, ketegangan, dan keberanian berpikir berbeda di tubuh Muhammadiyah. Buku ini menyingkap bahwa IMM lahir bukan dari situasi yang serba mulus, melainkan dari kegelisahan kader muda yang melihat kebutuhan akan wadah dakwah dan kaderisasi ideologis di ranah kampus.
Diskusi bedah buku menegaskan bahwa IMM hadir bukan sebagai pesaing organisasi mahasiswa Islam lainnya, melainkan sebagai pelengkap barisan dakwah di dunia akademik. IMM lahir dari kesadaran bahwa kampus adalah medan strategis pembentukan nalar, etika, dan kepemimpinan umat di masa depan.
Di tengah realitas gerakan mahasiswa hari ini yang sering terjebak pada aktivisme pragmatis dan seremonial, forum ini menjadi pengingat bahwa gerakan tanpa ingatan sejarah mudah kehilangan arah. Membaca ulang sejarah IMM adalah upaya merawat ideologi, memperkuat identitas, dan menjaga marwah gerakan agar tidak tercerabut dari nilai dasar keislaman dan kemuhammadiyahan.
PK IMM KH Ahmad Badawi Cabang Bekasi Raya memandang literasi sejarah sebagai bagian dari jihad intelektual kader. IMM tidak boleh hanya ramai di agenda, tetapi sepi di gagasan. Dari forum ini, kader diajak untuk menghidupkan tradisi membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis sebagai fondasi gerakan.
Menjadi kader IMM berarti siap menanggung warisan sejarah: keberanian berbeda, kesetiaan pada nilai, dan komitmen pada perubahan sosial. Jika dulu IMM dipersoalkan karena dianggap berpotensi memecah, maka hari ini kader IMM harus membuktikan bahwa IMM justru menjadi perekat, penjernih nalar, dan solusi atas persoalan zaman.
Abadi Perjuangan. IMM hadir sebagai jawaban atas persoalan.***


