BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menghadiri kegiatan Pengajian Milad ke-94 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi yang digelar di SD Muhammadiyah 01, Jalan Cinyosog No. 12, Burangkeng, Setu, pada Ahad (31/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk memaknai tema Milad ke-94, “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, sebagai spirit dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang.
Menurutnya, usia 94 tahun menjadi bukti nyata perjalanan panjang Pemuda Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki komitmen kuat terhadap agama dan bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta derasnya arus informasi, kader muda dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.
“Makna bertumbuh bukan sekadar bertambah usia organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemuda harus hadir sebagai pelaku perubahan yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kewirausahaan, serta aktif memberikan kontribusi di tengah masyarakat,” ungkapnya di hadapan jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, dan para kader yang hadir.
Namun demikian, Asep menegaskan bahwa proses pertumbuhan harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai dasar organisasi. Menurutnya, aspek “mengakar” menjadi fondasi penting agar generasi muda tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan ideologi dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Ia menjelaskan, akar tersebut meliputi pemahaman terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan, komitmen terhadap Persyarikatan Muhammadiyah, serta kesetiaan kepada ideologi bangsa yang berlandaskan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih lanjut, Asep menilai keberadaan Pemuda Muhammadiyah memiliki peran strategis di Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai kawasan industri dengan tingkat keberagaman masyarakat yang tinggi. Karena itu, kader diharapkan mampu menjadi agen pemersatu, penggerak harmoni sosial, sekaligus pelopor moderasi beragama di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, siap membangun sinergi dengan Pemuda Muhammadiyah melalui berbagai program pemberdayaan generasi muda. Bentuk kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi digital, penguatan sektor kewirausahaan, hingga pendidikan politik yang konstruktif dan berorientasi pada penguatan demokrasi.
Menutup sambutannya, Asep Buchori berharap PDPM Kabupaten Bekasi terus menjaga semangat Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Pemuda Muhammadiyah harus terus hadir sebagai organisasi yang memberikan solusi, memperkuat persatuan, dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.


