Tokoh

Membangun Mimpi dari Pondok Pesantren

1 Mins read

Dalam acara Kajian Ahad Pagi di Islamic Center Gontor (ICG) Nganjuk pada hari Ahad, (21/07/2024), terasa istimewa karena ada dua narasumber dari pondok pesantren dan dihadiri oleh anak-anak Panti Asuhan A’isyiah Nganjuk.

Narasumber pertama, Ustadz Gandung Fajar Panjalu selaku staf pengajar Universitas Muhammadiyah Surabaya yang membahas tentang berbagai kiat untuk bisa meraih cita-cita tinggi meskipun berasal dari anak Panti. Dan narasumber kedua adalah Firdausy Shabrina Ramadhani yang sempat mondok saat menempuh pendidikan MTs di Pondok YTP Rhoudhotul Ilmiyah Kertosono lulus tahun 2015.

Iklim belajar di pondoklah yang membuat Firdausy mempunyai mimpi tinggi. Selepas lulus dari MTs, Firdausy lanjut ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nganjuk lulus tahun 2018. Meski tidak kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tapi Firdausy kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang bergengsi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil jurusan International Politik, Law and Sharia lulus pada tahun 2022.

Sempat magang di Thailand di tempat Cucu Kyai Ahmad Dahlan yang bernama Erfan Dahlan. Selama magang di Thailand pernah ditawari beasiswa dari sebuah Universitas di Thailand namun tidak jadi diambil karena beasiswanya tidak penuh.

Namun, karena kemauan yang gigih dan kuat dengan menerapkan berbagai kiat yang dipelajarinya kini Firdausy mendapat beasiswa penuh untuk kuliah S2 dari Kampus National Chengchi University Taiwan. Kabar ini disampaikan kemarin oleh ibundanya selaku Ketua PDA Kabupaten Nganjuk, Ibu Novita Rully.

Firdausy Shabrina Ramadhani diterima studi S2 dengan beasiswa penuh dari “International Student Scholarship di “National Chengchi University Taiwan” di jurusan International Master’s Program of Applied Economics and Social Development“. Boleh dikata Firdausy belajar di S2 di luar “basic” ilmunya. Inilah kelebihan anak pesantren yang mempunyai tradisi berdisiplin tinggi.

Studi di kampus yang bermotto “UMY Muda Mendunia”. Inilah Firdausy Shabrina Ramadhani, SH mampu mewujudkan mimpinya kuliah S2 di luar negeri yaitu di National Chengchi University Taiwan.

Seorang aktivis Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR Fachrudin Yogyakarta menjabat sebagai sekretaris bidang media komunikasi FH UMY tahun 2020-2021 ini memberikan kiat atau strateginya untuk sukses belajar di luar negeri sebagai berikut:

1) Sering baca buku

2) Punya tujuan jelas

3) Buat list (daftar target/sasaran

4) Fighting, harus berani, berjuang tak kenal lelah

5) Berkemauan kuat raih cita

6) Keluarga harus memotivasi

7) Cari pengalaman sebanyak mungkin

8) “Menchalent” atau cari tantangan

9) Kuasai Bahasa asing

10) Realisakan mimpi

11) Banyak tanya

12) Aktif cari peluang

12) Lakukan student exchang.

Penulis: Panggih Riyadi (Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk)

Editor: Septi Sartika

Related posts
OpiniTokoh

Sosok Pendamping Menaker: Profesional Berjiwa Kepemudaan di Tengah Tantangan Bonus Demografi

3 Mins read
Patriotpencerah.id- Perubahan jabatan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang sebelumnya ditangkap atas kasus korupsi telah memicu perhatian publik terhadap sosok penggantinya. Posisi ini bukan…
ArtikelBeritaNasionalPendidikanPolitikTokoh

DEMOKRASI ATAU PEMBERONTAKAN

4 Mins read
Rakyat cemas, GEN Z Fomo Komoditas Dalam retorika kemerdakaan, Indonesia berhasil mengusir penjajah dari tanah air ini. Dari tahun ke tahun lamanya…
BeritaDaerahTokoh

KB HMI Depok: Tomi ,Sosok Yang Berpengalaman dan berkualitas

1 Mins read
PATRIOTPENCERAH.ID- Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Depok secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Tomy Sitorus dalam menghadapi Musyawarah Daerah X…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *