PATRIOTPENCERAH Bekasi, 4 Juni 2025 – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Bekasi Raya secara resmi membuka kantor sekretariat barunya di kawasan Margahayu, Bekasi Timur, pada Rabu (4/6). Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperluas peran LS Vinus sebagai wadah gerakan sosial berbasis kesukarelawanan, diskursus, dan pemberdayaan di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi.
Dalam acara tersebut, Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi, hadir langsung dan memberikan sambutan yang menginspirasi. Ia menyampaikan bahwa kehadiran LS Vinus Bekasi Raya adalah bentuk ekspansi gerakan nasional LS Vinus yang lahir dari akar rumput dan didorong oleh kesadaran masyarakat, bukan kepentingan elit.
“LS Vinus berdiri dari akar rumput, bukan dari rekayasa struktural. Lembaga ini tumbuh karena kesadaran, bukan karena paksaan. Kita harus menjaga semangat itu agar tidak terjebak dalam arus pragmatisme,” ujar Yusfitriadi.
Ia menyoroti pentingnya gerakan sosial yang dilandasi oleh gagasan dan aksi nyata, bukan sekadar janji atau retorika. “Kalau perjuangan kita hanya dihargai Rp500 ribu atau sebungkus sembako, maka harga diri kita hanya sebatas itu. Padahal, manusia tidak bisa diukur dengan nominal – harga kita ditentukan oleh dampak yang kita berikan pada peradaban,” tegasnya.
Yusfitriadi juga berharap LS Vinus Bekasi Raya dapat menjadi ekosistem baru untuk melahirkan ruang berpikir, berdiskusi, dan bertindak demi perubahan yang lebih berkelanjutan.
“LS Vinus hadir sebagai fungsi kontrol terhadap pemerintah di berbagai daerah. Kunci kebermanfaatan lembaga ini terletak pada konsistensi. Dan dari Bekasi Raya, kita berharap lahir energi baru yang mampu memperkuat semangat nasional LS Vinus,” tambahnya.
Setelah sambutan dari Yusfitriadi, Ketua LS Vinus Bekasi Raya, Herdi Jayakusumah, turut menyampaikan arah gerakan LS Vinus ke depan. Salah satunya adalah inisiatif menyebarkan kuesioner evaluasi 100 hari kerja Wali Kota Bekasi dan Bupati Bekasi dalam waktu dekat.
“Kami siap turun ke masyarakat untuk menyebarkan kuesioner sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah daerah, sebagaimana yang juga dilakukan oleh LS Vinus di tingkat pusat,” tegas Herdi.
Menurutnya, pengumpulan suara dan penilaian masyarakat terhadap janji-janji kampanye dan program prioritas pemerintah menjadi penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan publik. “Kita ingin tahu langsung dari masyarakat: apa yang dirasakan, apa yang belum tersentuh. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjadikan LS Vinus Bekasi Raya sebagai ruang partisipasi aktif dan demokratis,” lanjutnya.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh pegiat sosial, akademisi, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen muda yang selama ini aktif dalam gerakan literasi, advokasi kebijakan, dan penguatan kapasitas lokal. Momen ini menjadi simbol dimulainya babak baru pergerakan LS Vinus di Bekasi Raya—yang tidak hanya menjadi ruang gagasan, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat.***


