PATRIOTPENCERAH, GOLD COAST — Gema takbir dan semangat pencerahan membahana di pesisir Queensland. Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PRIM-PRIA) Australia sukses menggelar Baitul Arqam pada Senin–Rabu (22–24/12/2025). Bertempat di Gold Coast Recreation Precinct, agenda pengkaderan ini menjadi momentum krusial bagi diaspora Muhammadiyah di Negeri Kangguru untuk meneguhkan peran dalam kancah dakwah global.
Mengusung tema besar “Filantropi untuk Dakwah Global”, kegiatan ini diikuti oleh 94 kader militan yang datang dari berbagai negara bagian, mulai dari Queensland, New South Wales, Victoria, hingga Australian Capital Territory (ACT).
Internalisasi Ideologi di Tanah Diaspora
Baitul Arqam bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan kawah candradimuka untuk memperkuat akar ideologi. Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan dari MPKSDI PP Muhammadiyah, didampingi oleh duet kepemimpinan PRIM-PRIA Australia, Yudhistira Adhi Nugraha dan Rina Febrina Sarie.
Empat instruktur jempolan didatangkan langsung dari Indonesia untuk mengisi “amunisi” intelektual para peserta:
- Dr. Endy Sjaiful Alim, MT.
- Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed.
- Muamaroh, PhD.
- Velandani Prakoso, M.IP.
Para instruktur membedah materi strategis, mulai dari penguatan faham agama hingga manajemen filantropi sebagai pilar gerakan yang melintasi batas-batas negara.
Filantropi: Instrumen Dakwah Berkemajuan
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah kehadiran Ketua LazisMu PP Muhammadiyah, Ahmad Mujadid Rais. Dalam sesinya, ia menekankan bahwa filantropi bukan sekadar urusan donasi, melainkan instrumen strategis untuk menunjukkan wajah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.
“Gerakan filantropi adalah energi bagi dakwah diaspora. Ini adalah cara kita merespons tantangan kemanusiaan global dengan aksi nyata yang berkelanjutan,” tegasnya.
Mengakar Sejak Dini
Uniknya, semangat pencerahan ini tidak hanya berhenti pada orang dewasa. Panitia turut menyelenggarakan Baitul Arqam Kids. Inisiatif ini menjadi langkah taktis mengenalkan identitas Muhammadiyah kepada generasi muda diaspora sejak dini melalui cara-cara yang menyenangkan.
Kegiatan yang didukung penuh oleh LazisMu, UMS, dan Muhammadiyah Australia College (MAC) ini ditutup dengan rangkaian outbound dan fathul qulub. Harapannya, sepulangnya dari Gold Coast, para kader mampu menjadi agen pencerahan yang lebih solid, inklusif, dan siap membawa misi kemanusiaan Muhammadiyah ke seluruh penjuru dunia.***


